Postingan saya kali ini emang agak 4L4Y dikit ya, tapi emang lagi pingin banget nulis cerita ini, hehehe. Nama-nama yang terlibat dalam tulisan ini sengaja disamarkan untuk menjaga privasi masing-masing dan bagi yang membaca (syukur2 kalau ada yang baca, hahaha) dan tahu siapa yang dimaksud dalam tulisan ini, keep silent pleaseee :D kenapa memilih cerita ini yang saya tulis?? Emm, i don't know either. hehehe
Cerita ini berawal dari hari pertama lebaran tahun 2013, kakak tingkat fisika, sebut saja Bang Jo tiba-tiba mengirim pesan ucapan selamat lebaran. Setelah basa-basi sebentar, akhirnya dia mengutarakan niatnya untuk silaturahmi ke rumah saya. Sebenarnya dia bukan orang asli Blitar, tapi pas lebaran tahun 2013 dia sengaja merayakan lebaran di Blitar, di rumah teman satu kostnya. Karena saya nggak enak mau nolak (karena saya terlanjur ngomong saya nggak kemana-mana pas H-1 lebaran) akhirnya saya mengiyakan niat Bang Jo ini silaturahmi ke rumah saya. Singkat cerita, sekitar jam 7 malam, Bang Jo ini sampai di rumah saya dengan teman satu kostnya yang asli Blitar.
Pas banget tetangga samping rumah juga main ke rumah bareng cucunya, Bang Jo refleks salaman sama tetangga saya dan nyium tangannya sambil introduction. Dia ngira kalau tetangga saya ini adalah ibu saya. Sambil menahan tawa, saya berlari ke ruang tengah manggil ibuk biar nggak pada salah paham. Dan akhirnya saya juga berkenalan dengan temannya Bang Jo yang ternyata anak MIPA jurusan Statistika, sebut saja namanya Mas Aan. Karena Si Bang Jo ini lebih banyak diem, tiap ditanya jawabnya singkat-singkat, saya pun mulai kehabisan topik pembicaraan. Suasana pun hening, tiba-tiba Mas Aan memulai pembicaraan dengan menanyakan saya alumni SMA mana. Singkat cerita, saya lebih banyak ngobrol sama Mas Aan daripada Bang Jo yang notabene adalah kakak tingkat saya sendiri. Sekitar jam setengah sembilan malem mereka pamit pulang.
Beberapa hari kemudian, saya harus ke kampus karena ada jadwal KRSan. Karena saya dasarnya emang ember dan suka cerita (hahahahaa), akhirnya saya cerita soal Bang Jo yang tiba-tiba main ke rumah ke beberapa teman saya. Ternyata Bang Jo ini sempat minta nomor saya ke temen saya Pipin. Karena teman cerita saya ini cewek semua, akhirnya mereka berspekulasi kalau si Bang Jo ini suka sama saya. Dan pada dasanya saya suka bercanda, saya pun mengeluarkan a thoughtless statement, kalau memang benar adanya, saya mending milih temannya (Mas Aan). Obrolan kami pun terhenti karena Bang Jo lewat di depan kami. Setelah itu, tidak ada komunikasi antara saya, Bang Jo, maupun Mas Aan.
Setahun berlalu, pas saya lagi stress-stressnya ngerjain TA, tiba-tiba Bang Jo muncul dengan sebuah ucapan selamat pagi, siang, dan malam. Karena saya termasuk perempuan dengan tingkat kepekaan rendah (sangat rendah sekali), awalnya nggak saya bales karena saya kira Bang Jo ini cuma ngabisin bonusan. Tapi lama-lama sungkan juga, akhirnya saya bales. Dai mulai nanya tentang aktivitas saya sampai jadwal ngampus saya. Hingga pada suatu siang, tiba-tiba dia muncul di kampus dan ngajak ketemuan. Karena saya bingung mau nolak gimana (takut digosipin sama temen2, hehehe). saya pura-pura nggak tau. Satu jam berlalu dan dia tetep kekeuh nungguin saya si parkiran, saya pun kasian juga. Akhirnya saya mau nemuin dia, singkat cerita saya dan Bang Jo ini lumayan dekat. hingga pada akhirnya tanggal 19 Februari 2015 (besoknya saya Ulang Tahun loh!) Bang Jo nelpon, tapi saya lupa ngomongin apa. Selesai nelpon, dia mengirim pesan yang isinya nanya ke saya, kira-kira mau nggak jadi pacarnya. Karena emang nggak ada perasaan apa-apa ke dia, akhirnya saya (pengennya) nolak secara halus ke dia dengan ngomong udah dijalani aja apa yang ada, aku belum siap pacaran. Tapi mungkin Allah mau menyelamatkan saya, balesan itu nggak terkirim ke Bang Jo dan akhirnya hubunganku dan Bang Jo sempet renggang. Dia bener-bener marah ke aku, sampai ngomongnya pun agak kasar. Dan pesan itu mungkin nggak terkirim, sampai sekarang :)
Sekitar bulan April, tepat 2 bulan aku dan Bang Jo lost contact, tiba-tiba Bang Jo muncul kembali dengan sebuah pesan singkat, nayain kabar. Setelah basa-basi sebentar, ternyata ada temannya yang pingin kenalan sama aku. Dia adalah Mas Aan. Singkat cerita, aku kenalan sama Mas Aan ini, kami tiap hari chatting via whatsapp, 3 hari sekali Mas Aan ini nelpon. Hingga pada akhirnya, Mas Aan ini dapet beasiswa S2 ke korea, sambil galau dan capek pulang kuliah profesi, dia akhirnya nanya ke saya, enaknya diambil atau enggak. Karena status saya masih sebagai teman, tentu saya mendukung dia buat ngambil beasiswa itu. Dan dia masih tetap galau selama beberapa hari. Setelah konsultasi dengan HRD di kantornya dan orang rumah, akhirnya beasiswa itu jadi diambil. By the way, Mas Aan ini kerja di salah satu asuransi Korea yang kantornya di daerah Sudirman, Jakarta.
Lebaran tahun ini pun Mas Aan main ke rumah. Ternyata, dia mash ingat jalan ke rumahku meskipun udah 2 tahun yang lalu dia dateng ke rumah. Kami ngobrol dari jam setengah 12 sampai jam 2 siang. Hingga pada akhirnya dia harus balik ke Jakarta lagi, sebelum dia balik kami sempet ketemuan di daerah Wlingi. Setelah menemani dia makan siang, kamipun pulang ke rumah masing-masing. :)
Tanggal keberangkatan Mas Aan ke Korea pun sudah ditentukan, yaitu tanggal 27 Agustus. Kami pun galau pada perasaan masing-masing. Hingga pada akhirnya, tanggal 25 Agustus, Mas Aan ini nelpon aku. Kita cuma diam, sibuk pada pikiran masing-masing. Hingga pada akhirnya kami berkomitmen. Saya siap menunggunya selama dia menyelesaikan studinya di Korea. :)
Kita tidak pernah tahu rencana dan takdir Tuhan. Yang perlu kita lakukan adalah bersyukur, karena kita tidak pernah tahu masa depan. Tuhan jauh lebih mengerti apa yang terbaik dan apa yang kita butuhkan..
I'll be here patiently waiting.....
So you can keep me
inside the pocket of your ripped jeans,
Holding me closer till our eyes meet,
You won't ever be alone...
wait for me to come home....... :)
I hope we can meet in next month. :D <3
I hope we can meet in next month. :D <3
I hope you'll be my Imaam.
