Minggu, 28 Agustus 2016

Maakk, anakmu masuk website nya perusahaan makk.



Ternyata Rasanya Kerja Itu... :) 

Setelah penantian panjang, mulai dari wisuda 29 Maret 2015, nglamar sana-sini, tes di berbagai macam perusahaan dan hasil akhirnya gagal, akhirnya saya menemukan sumber rejeki saya di Bali dan Banyuwangi. Alhamdulillah tanpa tes (cuma medical check up doang), saya diterima di perusahaan yang bergerak di bidang yang memang saya minati. meski kaum minoritas (muslim dan berhijab) tapi buat saya itu  jadi sebuah lecutan untuk membuktikan bahwa saya bisa. Hehehe

Tanggal 23 Mei 2016, saya berangkat dari Surabaya menuju ke Denpasar.  Karena ayah saya nggak tega membiarkan saya sendiri, akhirnya saya diantar dari rumah menuju ke rumah saudara yang ada di Sidoarjo (10 menit doang dari Juanda). Tiba di kantor, saya bertemu dengan orang-orang baik yang tidak pelit berbagi ilmu dan saya juga harus berpisah dari Pak Untung Surapati yang resign, padahal baru 4 hari bertemu. 
Farewell Party Pak Untung at Dapoer Cak Asmo Mahendradata, Denpasar.
 2 Minggu sudah saya ada di kantor Bali, akhirnya tiba waktunya kami (yang harus onsite) berangkat ke Banyuwangi. Client pertama perusahaan tempat saya bekerja yaitu PT Bumi Suksesindo (BSI) yang berada di Bukit Tumpang Pitu, Pesanggaran, Banyuwangi, sekitar 9 km dari rumah Budhe saya. Jumat minggu terakhir saya di kantor, diadakan farewell party.
Last Day in HO :'(
 Oh iya, selama di Bali seneng banget karena ada yang ngajakin jalan-jalan, yaitu Bu Dokter Veny Putri. Lumayan lah, diajakin muter-muter Bali, nyari dan makan makanan halal (agak susah sih nyari makanan halal di Bali kalau kita nggak pake hijab) sampai nge-date di restoran Itali yang rame orang-orang minum alkohol. Actually, saya agak risih awalnya kalau ada orang minum alkohol di deket saya.Tapi gara-gara 2 minggu di Bali, saya jadi biasa aja liat orang minum alkohol, yang penting saya nggak ikutan minum. hehehe.
Beachwalk Kuta, Bali. Setrong banget pake sendal jepit ke mall
Massimo Italian Restaurant, Sanur
Nasib perempuan-perempuan jomblo, jalan-jalan yaaa cuma berdua aja, hahaha. Bersyukur banget ada Veny yang ngajakin jalan-jalan selama di Bali. Hmm, jadi betah banget di Bali. Biasanya pasti udah mewek kangen rumah kalau jauh dari rumah. Hehehe.
Hari Sabtu minggu terakhir di Bali, diajakin sama Bapak-Bapak ke Pantai Seminya deket kantor. Kita pergi berempat, karena ada 2 bapak yang nggak bisa naik motor, jadi terpaksa aku boncengin bapak-bapak itu. Jadi yang pergi ke pantai itu aku, Pak Jimmy (yang bisa naik motor), pak Rani (yang nggak bisa naik motor), dan Pak Daniel (yang pura-pura nggak bisa naik motor padahal aslinya bisa). Akhirnya kami tiba di Pantai smeinyak masih jam 8 pagi.. dan foto dulu kita :) 
Dari kiri ke kanan: Pak Rani, pacarnya Pedrosa (hemm), Pak Jimmy.

Lagi motoin laut, malah difotoin.. Tapi cucok cyiinn, haha

Ketemu Mas Marcel, next time kalau ketemu lagi nggak bakal minta foto lagi deh 
Pak Rani, Pak Jimmy, Pak Daniel

Aku cuma minum es kelapa aja yang harganya 0.025 juta. Yang lainnya bapak-bapak yang minum. Beneran!!!
 Sampai akhirnya kami berangkat ke Banyuwangi, meninggalkan Bali untuk sejenak T.T... dan kami harus berjuang bersama-sama, melakukan yang terbaik demi perusahaan dan client. Rasanya terharu dan seneeng banget kalau inget awal-awal kami datang kesini. Semuanya masih terasa mudah, saling percaya satu sama lain, saling menasihati dan mengingatkan, makan bersama.. Ahh, betapa indah :')
Senyum kami masih senyum baik-baik saja :) 
 Sekarang rasanya sudah berubah semuanya. Entah kenapa perasaan nyaman, aman, bahagia dan betah di kantor itu hilang. Entah kenapa aku juga punya perasaan kapan giliranku dihabisi? Kapan giliranku kena masalah? kapan waktunya aku dikeluarkan dari perusahaan? Sebenarnya aku nggak pengen punya pikiran seperti itu, tapi mau gimana lagi. Semacam ada trauma ketika namaku juga disangkutpautkan dengan nama orang, ketika namaku digunakan untuk menyingkirkan orang. Rasanya aku pingin menangis di depan orang itu, menanyakan salah apa yang pernah ku perbuat, perintah apa yang pernah ku tolak, peraturan apa yang pernah ku langgar, sehingga dia tega seperti itu padaku.
Tapi aku nggak boleh menangis, aku harus tegar, kalau perlu kulawan orang itu, karena sudah melukai hatiku, perasaanku, hati dan perasaan kedua orang tuaku. Dia yang tiba-tiba datang mengubah suasana kerja kami. Dia yang tiba-tiba muncul membawa awan gelap ke atas kantor kami. Dan dia yang tiba-tiba mengubah senyum kami menjadi senyum palsu.
Semoga Allah selalu menjaga orang-orang yang masih menyimpan kebaikan di hatinya untuk sesama, semoga Allah selalu menjaga saya untuk tetap berada di rel untuk mencari rejeki yang halal..
Semoga, semua baik-baik saja... Saya berdoa untuk orang yang telah mendzolimi saya.. :) 

Jumat, 11 Desember 2015

Tentang Kakak Tingkat Beda Jurusan



Postingan saya kali ini emang agak 4L4Y dikit ya, tapi emang lagi pingin banget nulis cerita ini, hehehe. Nama-nama yang terlibat dalam tulisan ini sengaja disamarkan untuk menjaga privasi masing-masing dan bagi yang membaca (syukur2 kalau ada yang baca, hahaha) dan tahu siapa yang dimaksud dalam tulisan ini, keep silent pleaseee :D kenapa memilih cerita ini yang saya tulis?? Emm, i don't know either. hehehe

Cerita ini berawal dari hari pertama lebaran tahun 2013, kakak tingkat fisika, sebut saja Bang Jo tiba-tiba mengirim pesan ucapan selamat lebaran. Setelah basa-basi sebentar, akhirnya dia mengutarakan niatnya untuk silaturahmi ke rumah saya. Sebenarnya dia bukan orang asli Blitar, tapi pas lebaran tahun 2013 dia sengaja merayakan lebaran di Blitar, di rumah teman satu kostnya. Karena saya nggak enak mau nolak (karena saya terlanjur ngomong saya nggak kemana-mana pas H-1 lebaran) akhirnya saya mengiyakan niat Bang Jo ini silaturahmi ke rumah saya. Singkat cerita, sekitar jam 7 malam, Bang Jo ini sampai di rumah saya dengan teman satu kostnya yang asli Blitar.

Pas banget tetangga samping rumah juga main ke rumah bareng cucunya, Bang Jo refleks salaman sama tetangga saya dan nyium tangannya sambil introduction. Dia ngira kalau tetangga saya ini adalah ibu saya. Sambil menahan tawa, saya berlari ke ruang tengah manggil ibuk biar nggak pada salah paham. Dan akhirnya saya juga berkenalan dengan temannya Bang Jo yang ternyata anak MIPA jurusan Statistika, sebut saja namanya Mas Aan. Karena Si Bang Jo ini lebih banyak diem, tiap ditanya jawabnya singkat-singkat, saya pun mulai kehabisan topik pembicaraan. Suasana pun hening, tiba-tiba Mas Aan memulai pembicaraan dengan menanyakan saya alumni SMA mana. Singkat cerita, saya lebih banyak ngobrol sama Mas Aan daripada Bang Jo yang notabene adalah kakak tingkat saya sendiri. Sekitar jam setengah sembilan malem mereka pamit pulang.

Beberapa hari kemudian, saya harus ke kampus karena ada jadwal KRSan. Karena saya dasarnya emang ember dan suka cerita (hahahahaa), akhirnya saya cerita soal Bang Jo yang tiba-tiba main ke rumah ke beberapa teman saya. Ternyata Bang Jo ini sempat minta nomor saya ke temen saya Pipin. Karena teman cerita saya ini cewek semua, akhirnya mereka berspekulasi kalau si Bang Jo ini suka sama saya. Dan pada dasanya saya suka bercanda, saya pun mengeluarkan a thoughtless statement, kalau memang benar adanya, saya mending milih temannya (Mas Aan). Obrolan kami pun terhenti karena Bang Jo lewat di depan kami. Setelah itu, tidak ada komunikasi antara saya, Bang Jo, maupun Mas Aan.

Setahun berlalu, pas saya lagi stress-stressnya ngerjain TA, tiba-tiba Bang Jo muncul dengan sebuah ucapan selamat pagi, siang, dan malam. Karena saya termasuk perempuan dengan tingkat kepekaan rendah (sangat rendah sekali), awalnya nggak saya bales karena saya kira Bang Jo ini cuma ngabisin bonusan. Tapi lama-lama sungkan juga, akhirnya saya bales. Dai mulai nanya tentang aktivitas saya sampai jadwal ngampus saya. Hingga pada suatu siang, tiba-tiba dia muncul di kampus dan ngajak ketemuan. Karena saya bingung mau nolak gimana (takut digosipin sama temen2, hehehe). saya pura-pura nggak tau. Satu jam berlalu dan dia tetep kekeuh nungguin saya si parkiran, saya pun kasian juga. Akhirnya saya mau nemuin dia, singkat cerita saya dan Bang Jo ini lumayan dekat. hingga pada akhirnya tanggal 19 Februari 2015 (besoknya saya Ulang Tahun loh!) Bang Jo nelpon, tapi saya lupa ngomongin apa. Selesai nelpon, dia mengirim pesan yang isinya nanya ke saya, kira-kira mau nggak jadi pacarnya. Karena emang nggak ada perasaan apa-apa ke dia, akhirnya saya (pengennya) nolak secara halus ke dia dengan ngomong udah dijalani aja apa yang ada, aku belum siap pacaran. Tapi mungkin Allah mau menyelamatkan saya, balesan itu nggak terkirim ke Bang Jo dan akhirnya hubunganku dan Bang Jo sempet renggang. Dia bener-bener marah ke aku, sampai ngomongnya pun agak kasar. Dan pesan itu mungkin nggak terkirim, sampai sekarang :)

Sekitar bulan April, tepat 2 bulan aku dan Bang Jo lost contact, tiba-tiba Bang Jo muncul kembali dengan sebuah pesan singkat, nayain kabar. Setelah basa-basi sebentar, ternyata ada temannya yang pingin kenalan sama aku. Dia adalah Mas Aan. Singkat cerita, aku kenalan sama Mas Aan ini, kami tiap hari chatting via whatsapp, 3 hari sekali Mas Aan ini nelpon. Hingga pada akhirnya, Mas Aan ini dapet beasiswa S2 ke korea, sambil galau dan capek pulang kuliah profesi, dia akhirnya nanya ke saya, enaknya diambil atau enggak. Karena status saya masih sebagai teman, tentu saya mendukung dia buat ngambil beasiswa itu. Dan dia masih tetap galau selama beberapa hari. Setelah konsultasi dengan HRD di kantornya dan orang rumah, akhirnya beasiswa itu jadi diambil. By the way,  Mas Aan ini kerja di salah satu asuransi Korea yang kantornya di daerah Sudirman, Jakarta. 

Lebaran tahun ini pun Mas Aan main ke rumah. Ternyata, dia mash ingat jalan ke rumahku meskipun udah 2 tahun yang lalu dia dateng ke rumah. Kami ngobrol dari jam setengah 12 sampai jam 2 siang. Hingga pada akhirnya dia harus balik ke Jakarta lagi, sebelum dia balik kami sempet ketemuan di daerah Wlingi. Setelah menemani  dia makan siang, kamipun pulang ke rumah masing-masing. :)

Tanggal keberangkatan Mas Aan ke Korea pun sudah ditentukan, yaitu tanggal 27 Agustus. Kami pun galau pada perasaan masing-masing. Hingga pada akhirnya, tanggal 25 Agustus, Mas Aan ini nelpon aku. Kita cuma diam, sibuk pada pikiran masing-masing. Hingga pada akhirnya kami berkomitmen. Saya siap menunggunya selama dia menyelesaikan studinya di Korea. :)

Kita tidak pernah tahu rencana dan takdir Tuhan. Yang perlu kita lakukan adalah bersyukur, karena kita tidak pernah tahu masa depan. Tuhan jauh lebih mengerti apa yang terbaik dan apa yang kita butuhkan..

I'll be here patiently waiting.....
So you can keep me
 inside the pocket of your ripped jeans,
 Holding me closer till our eyes meet,
 You won't ever be alone...
wait for me to come home....... :)

I hope we can meet in next month. :D <3
I hope you'll be my Imaam.





Senin, 07 Desember 2015

Bandung, I'm in Love


                By the way, aku yang belakang yaaa.. yang beban idupnya paling berat (soalnya udah nggak kuat bawa kepala :))) ) foto ini diambil bulan juni tahun 2014 di Taman Hutan Raya Ir. H Djuanda Dago Pakar, Bandung. Meskipun udah setahun lebih, tapi mau move on dari Kota Kembang rasanya sulit banget. Mulai dari suasana, makanan, tempat wisata, sampai orangnya emang bikin ngangenin *eh. Aku tinggal di Bandung 2 bulan buat ngerjain tugas akhir di Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI Bandung. Bersyukur banget bisa ngerjain TA disitu karena tiap hari ketemu sama orang-orang pinter, diajakin belajar terus :D. Aku ngerjain tugas akhir proyek dari Pak Dadan Dani Wardhana (pembimbingku) tentang pencarian akuifer di daerah Solok - Sumatera Barat dengan metode Geolistrik (bidang minat saya fisika kebumian ya, geofisika).
Selama di Puslit LIPI, aku ngerjain tugas akhir bertiga dengan Diah Ayu a.k.a Mbokyah canteeeqq mahasiswa unyu Universitas Brawijaya asli Kediri yang medoknya seksi sekali (jilbab abu-abu). Pelaku yang ketiga bernama Elvera Yuanita Rokmini *eh Rukmana (jilbab bermotif depan sendiri) mahasiswi idola Bapak Dosen Jo, yang hobinya pulang-pergi Bandung - Klaten.
              Selama di Bandung, aku tinggal di Daerah Cisitu Baru, tempat kost milik Bu Mimin Susanto yang dijaga sama Bik Sugik. Bik Sugik ini asli Jogja tapi sudah puluhan tahun tinggal di Bandung, punya dua anak yang subhanallah sekali menurutku -.-. Kasian banget kalau liat Bik Sugik, tapi kadang juga bikin..... hemm. Yaudahlah, hahaha. anyway, postingan ini akan dibagi ke beberapa judul biar puas ceritanya dan nggak terlalu panjang di setiap postingannya. Oke, see u on next chapter.. Bandung I'm in Love edisi Nemplok di Puslit Geotek LIPI Bandung.. :)


Sabtu, 31 Agustus 2013

Perempuan Cantik Itu. . . . .

Dari dulu sampai sekarang masih bingung dengan krtiteria perempuan cantik itu yang seperti apa. Selama ini yang aku lihat, perempuan yang disebut cantik itu punya badan tinggi, yaa minimal 165 cm laahh, trus kulitnya putih, bersih, rambutnya lurus panjang, hidungnya mancung, mulutnya satu, hidungnya berlubang dua, kakinya dua, hehehe. Tapi seiring berjalannya waktu #tsaaaahh, kriteria cantik itu ternyata berubah (menurut ane). cantim itu nggak harus tinggi, putih, punya rambut lurus panjang, dan embel2 kesempurnaan fisik yang lainnya. Okelah, setuju kalo memang kecantikan fisik menjadi tolak ukur pada 1st sight, tapiiii itu belum menjamin semuanya, kawan2.
Saudara yang yang berbahagia, setelah saya bertanya pada sahabat geje saya dan baca2 buku dikiiittt (numpang baca di Gr*med, hahaha), ternyata ukuran cantik itu ga hanya secara fisik saja, namun dari tingkah laku, kebiasaan, dan terutama dari HATI pemirsah!!!! Camkan itu. hehehe

#TBC..... :)

Jumat, 30 Agustus 2013

Welcome to My Live

Haaayyy,,
This my 1st story.. :)
Namaku Dwi Ajeng Enggarwati. Biasa dipanggil Ajeng. Lahir di Blitar, 21 tahun yang lalu. Perempuan jawa asli keturunan Blitar dan Tulung Agung. Saat ini sedang study tentang Fisika, especially about geophysics at Brawijaya University. Sangat menyukai olahraga, lebih tepatnya melihat acara yang berbau olahraga, seperti MotoGP, Badminton, Sepak Bola, dan masi banyak lagi. hehehehe. K-Pop lovers too, :). I love Super Junior and 2PM so much. Not only K-Pop but also K-Drama too. :).
My ideal type is Cho Kyuhyun and Dani Pedrosa, hahaha.
Berharap suatu hari bisa jadi Backpacker dan keliling dunia. kalo ga bisa cukup Spanyol, Inggris, Mesir, Korea, Jepang daaann Jerman aja dehh.
Cita-cita ingin jadi istri yang baik, seorang Geophysicist perempuan yang mampu membagi waktu antara kerja dan keluarga (emang bisa ya?? hahaha).

berharap mampu menuliskan setiap cerita hidupku dan berbagi pada semuaaaaa...
Saat ini aku sedang dalam prose pengerjaan laporan Kuliah Kerja Lapang (KKL) di PT Antam, Tbk.
tapi nggak tau kenapa malah pengen ngeblog. hahahaha
dan sekarang sedang mendengarkan sahabat terbaikku curhat. hehehe
Okee, i think it's enough
see ya  :))